POTENSI DAERAH


PERKEBUNAN

TEBU
Lokasi : di semua kecamatan kecuali Kecamatan Undaan. Produksi terbesar terdapat di Kecamatan Dawe.
Jenis perkebunan di Kabupaten Kudus yang terbesar adalah tanaman tebu dengan luas areal 6.237,62 Ha dan jumlah produksi 370.182,8 ton. Pengolahan tebu menjadi gula putih dilakukan di Pabrik Gula Rendeng. Sedangkan pengolahan tebu untuk dijadikan gula tumbu dilakukan sendiri oleh petani. Kebanyakan tebu di Kabupaten Kudus cenderung diolah sendiri oleh petani, karena untuk masuk ke penggilingan Pabrik Gula Rendeng masih banyak hambatan baik antrean giling, tingkat rendemen, maupun persaingan harga jual.
KAPUK RANDU
Diantara kecamatan yang menghasilkan kapuk, Kecamatan Dawe merupakan kecamatan yang paling tinggi produksi kapuknya kemudian disusul Kecamatan Jekulo dan Gebog.
KOPI
Lokasi di Kecamatan Dawe ( Colo, Kajar, Japan ) dan Kecamatan Gebog ( Rahtawu ).
Luas tanaman perkebunan kopi yaitu seluas 488,83 Ha dengan jumlah produksi sebesar 1.161.192 kg. Potensi permintaan dan pemasaran untuk komoditi ini cukup bagus, industri hilir bagi komoditi ini juga tersedia di Kabupaten Kudus. Oleh karena itu komoditi ini cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kudus.
CENGKEH
Lokasi perkebunan cengkeh : Kecamtan Dawe, Gebog
Cengkeh merupakan salah satu bahan baku pembuatan rokok. Produksi cengkeh pada tahun 2006 sebesar 40.061 kg dengan produksi terbesar di Kecamatan Gebog.
DUKU SUMBER
Lokasi : Kecamatan Jekulo, Mejobo, Jati dan Bae — sebagian besar di Kec. Jekulo dan Mejobo
Upaya yang telah dilaksanakan :
  • Memperbanyak tanaman secara vegetatif yang telah berhasil dengan cara sambung pucuk. Awalnya akan mengembangkan dengan cara mencangkok namun pemilik pohon keberatan karena bisa merusak tanaman setelah diadakan pengkajian, yang paling tepat adalah dengan cara sambung pucuk yang harus dibarengi dengan spesifikasi perlakuan.
  • Menginventarisasi pohon yang dapat dijadikan sebagai pohon induk. Pada akhir tahun 2001 mendapat juara I dalam lomba buah unggulan Tingkat Jawa Tengah dan akhir tahun 2003 mendapat juara II dalam lomba buah unggulan nasional yang diselenggarakan oleh majalah Trubus.
  • Mengembangkan bibit duku ke desa-desa secara bertahap
Pemasaran : Jakarta, Semarang dan sekitarnya
JERUK PAMELO MURIA
Lokasi : Desa Colo, Japan, Dukuh Waringn, Tergo, Glagah Kulon, Kajar dan Kandangmas — Kec. Dawe
Asal mula jeruk besar di Kudus ditanam di Kecamatan Kota sekitar daerah Menara Kudus. Pada tahun 1970-an tanaman ini puso oleh karena serangan CVPD. Sebelum puso sempat di kembangkan di Kabupaten Pati. Baru pada tahun l980 an tanaman ini berkembang di desa Japan yang sampai saat ini menjadi pusat jeruk besar di kabupaten Kudus.
Keadaan tanaman : Produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh iklim , apabila banyak curah hujan maka produksi jeruk besar dalam satu bulan dapat dipetik beberapa kali. Untuk musim kemarau ( kurang air ) jumlah produksi berkurang. Jeruk pamelo muria memiliki bentuk besar bulat dengan kulit hijau dengan bagian tangkai agak kekuningan, rasanya yang manis dan daging buahnya tidak kaku serta mempunyai kadar air yang banyak.
Pengembangan : Dengan adanya peminat jeruk besar dari luar daerah yang cukup besar, secara alami masyarakat mengembangkan dengan cara mencangkok. Sekarang telah menyebar ke daerah daerah lain bahkan ada pesanan dari luar daerah. Melalui beberapa kegiatan proyek dilaksanakan bantuan bibit kepada petani di sekitar lereng muria. Secara rutin jeruk pamelo diikutkan dalam pameran-pameran agro di tingkat Jawa Tengah dan Nasional.
Hambatan : Yang menjadi hambatan pada tanaman jeruk besar adalah adanya serangan hama penggerek batang dan lalat buah. Penggerek batang berakibat turunnya produksi dan hama lalat buah menyebabkan menurunnya kualitas buah.
ALPOKAT MURIA
Lokasi : di desa-desa kaki Gunung Muria yaitu Colo, Japan, Kajar, Dukuh Waringin, Lau Piji, Puyoh dan Ternadi
Alpokat Muria merupakan varietas buah alpokat yang berasal dari Muria – Kudus. Macamnya ada lima jenis yaitu panjang besar, lonjong, bulat telor, lonjong, dan segi papak. Yang terkenal adalah yang memiliki ciri bentuk besar dan panjang, dengan berat mencapai 1,2 kg/butir, daging buah berwarna kuning mentega. Awalnya disebut Alpokat Blodeng, setelah mengikuti Pameran Hortikultura dikenal umum sebagai Alpokat Muria Jumbo.
Pemasaran : Semarang, Surabaya, Bandung dan Jakarta
Produksi perkebunan yang lain adalah kakao luas areal 3.5 Ha, jumlah produksi 0.36 ton, panili luas areal 12.8 Ha, jumlah produksi 3.13 ton, kelapa luas areal 775.71 Ha, jumlah produksi 475.78 ton. Kelapa banyak terdapat di kecamatan Jekulo, Dawe dan Undaan. Kakao dan panili banyak terdapat di kecamatan Dawe dan Jekulo.

KEHUTANAN

Sub sektor kehutanan di Kabupaten Kudus berperan dalam upaya merehabilitasi lahan kritis melalui penghijauan dan kegiatan-kegitan pendukungnya . Berdasarkan data Sistem Informasi Profil Daerah, luas lahan kritis di Kabupaten Kudus tahun 2007 sebesar 8.174 Ha, dan luas lahan penghijauan sebesar 3.153,5 Ha. Industri pengolahan hasil hutan non kayu sebanyak 104 buah yang mencakup 32 unit walet, 60 unit kayu dan lebah madu 12 unit.
Upaya yang dilakukan :
  • Melalui GERHAN dilaksanakan penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis di desa-desa seputar Muria melalui bantuan bibit dan biaya penanaman, pembinaan kelompok tani pada lokasi hutan rakyat.
  • Forum Muria Hijau yang merupakan konsorsium penyelamatan lahan kritis di Gunung Muria telah membantu upaya reboisasi lahan kritis terutama di daerah kawasan hutan.
  • Dalam rangka pencegahan illegal logging maka pengawasan kayu ditingkatkan melalui sosialisasi dan penerbitan SKSHH.
LEBAH MADU
Lokasi di Kecamatan Dawe.
Potensi madu cukup besar terdapat 16 petani lebah madu dengan jumlah stup 400 buah. Saat ini yang berproduktif hanya 200 buah dengan produksi 4 ton madu / musim kapok dan 2 ton madu / musim karet . Untuk pemasaran madu masih terdapat kendala.

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.